CORETAN CORETAN WARNA

Masih, Masih, dan Masih Kamu

Senin, 27 November 2017

Happy Teacher's Day

Tidak mudah rasanya menjalani profesi ini, rasa sakit dan kecewa ketika kalian tidak mendengar suara yang lirih ini. Ketika kasih sayangku tak kalian balas dengan senyum. Lihat wahai anakku, marah dan tekanan keras dari suara ini adalah tanda betapa kami menyayangi kalian sepenuh hati. Bersama kalian senyum dan tangis ku ukir. Dibalik kerasnya hidup ini, kalian pengobat lelahku. 


#bu delita juga sayang farel 😊

Happy Teacher's Day


Terima kasih nak, atas penghargaan yang kalian berikan untuk gurumu ini. Jadilah penerus bangsa yang bijak, doaku selalu menyertaimu wahai penerang kegelapan.

Selasa, 31 Oktober 2017


Hari itu dia datang kembali menghancurkan benteng pertahanan yg kubangun selama ini. Semuanya runtuh seketika.
Kini hanya bisa menunggu ia datang kembali untuk menghancurkan benteng pertahananku atau dia tak akan pernah kembali dan aku harus membangun kembali benteng yang telah kubangun dengan begitu kokoh tanpanya.

Senin, 25 September 2017

Mendung



Akhir-akhir ini suasana begitu syahdu, walaupun katanya "Tak selamanya mendung itu kelabu". Lagi-lagi soal hati, tidak pernah habis berputar kisahnya di dalam sini. Tidak terasa sudah sejauh ini melangkah, sudah sejauh ini berjalan membuang, membungkus segala yang terjadi. Sungguh, jika syahdu begini judulnya cuma masih, masih, dan masih kamu. Kenangan itu muncul begitu saja, seperti tidak mau dikendalikan. Mereka menghalau, menghadang, dan mengganggu pertahanan diri. Dia sudah jauh dan sangat jauh, sulit untuk menggapainya. Namun mengapa kenangannya tidak pernah mau pergi dari sini. Mendung.... lagi-lagi membuat segalanya terbuka. Mendung, entahlah..... (hanya bisa menghela nafas)


Minggu, 04 Juni 2017


Memang segala hal membutuhkan kesempurnaan. Namun, sekali lagi bukankah tidak ada manusia yang sempurna. Benar, jika lebih baik di hina daripada di puji. Lebih baik di caci daripada disanjung-sanjung. Itu memang lebih baik, namun terkadang di dalam sini yang tidak mau menerima. Sekali lagi, sesuatu yang berhubungan dengan hati, susah untuk dibayangkan dan dimengerti.

Jika  sudah setinggi itu, barulah hati yang bingung mencari bagaimana mempertahankan. Jika sudah serendah ini, barulah hati sibuk menenangkan diri. Lucu memang jika dikaji, yang slalu di ingat hanyalah sudah terima saja apapun yang terjadi. Tetap merendah dan slalu merendah. Bukankah lebih baik dihina daripada di puji.

Jumat, 20 Januari 2017

Already Different

Semuanya sudah berbeda, itu kan judulnya. Semuanya juga sudah berubah. Entah setan apa yang tadi malam merasuki jiwa dan pikiran. Rasanya masih dan masih seperti mimpi. Tidak peduli tentang apa dan bagaimana yang ia pikirkan tentangku. Satu hanya satu, untuk pura-pura tidak mengenalmu aku tidak bisa. Meskipun segalanya memang sudah berbeda, termasuk perasaanku dan perasaanmu. 

Maaf sekiranya aku hadir kembali, bukan bermaksud mengganggu hidupmu dan dia, bukan bermaksud menghancurkan segalanya. Namun hanya untuk menyambung tali yang dahulu sempat engkau putuskan. Hanya itu,  hanya ingin mengerti keadaanmu, bukan yang lain.

Terima kasih sudah memberiku pengingat, semangat, dan obat untuk melenyapkan seluruh rindu yang ada di dalam sini. Rinduku juga bukan berarti untuk memintamu kembali atau memintamu harus bersamaku, sekali lagi ku sampaikan aku tidak bisa jika harus pura-pura untuk tidak mengenalmu. Bagaimanapun, kau, aku,dan  kita adalah semua kenangan yang harus disimpan rapat tetapi tidak untuk dihapuskan. 😊😊😊😊😊

Rabu, 07 Desember 2016

SENYAP

Senyap . . . .
Hanya suara makhluk tak hidup yang terdengar
Coretan-coretan pensil
Mulai menodai sang putih

Wajah tanpa senyumpun hadir
Lihat. . . .
Siapa yang membuat wajah tanpa senyum itu hadir
Rupanya sang buram
Yang menuntut untuk difikirkan

Dari pengawasan dua mata ini
Bersama dinginnya AC yang tak mau kalah dengan semangat wajah-wajah tanpa senyuman
Ku hantarkan doa nak . . . .
Semoga sang kuasa senantiasa menuntunmu
Menuntun dalam penerangan
Menjauhkanmu dari kegelapan