CORETAN CORETAN WARNA

Masih, Masih, dan Masih Kamu

Jumat, 13 Juli 2012

FIRST and FOREVER


Liburan kelulusan telah berakhir, kini saatnya aku Elia memasuki kehidupan SMA ku. Setelah lulus dari salah satu SMP negeri di Bogor, aku memutuskan untuk masih melanjutkan studiku di salah satu SMA favorit di kota ini. Disanalah aku mulai mengenal cinta pertamaku. Dikala masa orientasi siswa, ya....! disanalah secara tidak sengaja aku melihatnya. Seketika hatiku merasakan perasaan yang sangat damai, benar-benar rasa yang sungguh luar biasa. Belum pernah sebelumnya jantungku berdegub sekencang itu saat melihat seorang pria tampan. Saat itu aku tidak bisa menorehkan pandanganku terhadapnya. Dia adalah Radit, Radit adalah siswa baru yang mengikuti masa orientasi seperti halnya dengan aku. Bisa dibilang aku jatuh cinta pada pandangan pertama. Perasaan bahagia menyelimuti hatiku pada saat itu.
Selama tiga hari aku mengikuti masa orientasi dan selama itu pula aku terus mengawasi Radit. Aku tidak pernah menyapanya , apalagi berkenalan dengannya. Bahkan aku dan Radit berbeda kelompok. Aku hanya bisa mengaguminya dalam hatiku. Tanpa terasa masa orientasiku telah selesai. Suatu hal yang tidak pernah terfikirkan olehku ternyata aku dan Radit di tempatkan pada kelas yang sama. Hari itu adalah hari awalku  untuk belajar di dalam kelas yang sama dengan Radit. Di hari itu pula aku mendapatkan teman sebangkuku, ia bernama Ana. Teman baruku itu sangat cantik dan menawan.
Sudah selama 3 bulan aku dan Ana saling mengenal. Hingga Ana tak segan lagi untuk menceritakan masalah-masalah hidupnya dengan aku. Begitupun dengan aku, aku menceritakan isi hatiku pada Ana mengenai radit. Ana adalah orang yang sangat aku percaya. Hingga suatu saat Ana tidak tega melihatku karena aku hanya bisa mengagumi Radi dalam hatiku, tanpa sedikitpun Radit mengetahui isi hatiku. Ana menceritakan padanya tentang apa yang selama ini aku rasakan tanpa sepengetahuanku.
            “Radit ke sini”, panggil Ana padanya
            “oh.....Ana ada apa ? tumben kamu manggil aku”, jawab Radit
            “Aku mau ceita sama kamu tapi kamu jangan bilang ya sama Elia”, sahut Ana
            “Memang kamu mau cerita tentang apa An ?”, tanya Radit
            “Kamu tahu gak dit, elia itu suka sama kamu”, jawab Ana
            “Masak sih......tapi selama ini dia gak pernah nyapa aku An”, bantah Radit
            “Beneran dit aku gak tega lihat dia”, seru Ana
Berawal dari saat itulah Radit sering menyapaku. Sebagai seorang siswa perempuan yang merasakan jatuh cinta untuk pertama kalinya, aku terlalu polos dan tidak mengerti tentang cinta. Aku pikir jika Radit sering menyapaku, itu pertanda bahwa ia menyukaiku. Ternyata hal itu salah, Radit justru menyukai sahabatku Ana. Tanpa sengaja aku melihat sms dari Radit kepada Ana yang isinya selama ini mereka berdua hanya merasa kasihan denganku, untuk itulah setiap bertemu denganku Radit selalu menyapaku.
            “An....Radit suka kan sama kamu ?”, tanyaku pada Ana
            “El....... tunggu dulu aku bisa jelasin semuanya”, sahut Ana
“Aku itu menganggap kamu adalah teman yang paling aku percaya, aku tidak ingin     mengorbankan cinta kalian hanya demi aku”, bantah elia seraya meneteskan air mata
“Tapi El..... aku juga tidak menyangka akan terjadi seperti ini tadinya aku hanya ingin membantumu, aku tidak tega melihatmu mengaguminya tanpa sepengetahuan Radit”, jawab Ana
“Aku tidak merasa kecewa padamu An, aku sangat mengerti dengan keadaan itu”, kataku
“Percayalah el....padaku, sebenarnya aku tidak ingin membuatmu kecewa, aku melakukan itu karena aku ingin membantumu, aku sering smsan dengannya, tapi semakin lama kita saling suka”, cerita Ana padaku
Selepas kejadian itu Ana dan Radit menjadi sepasang kekasih. Rasanya sungguh menyesakkan melihat mereka berjalan bersama. Mereka memang sangat baik kepadaku. Bahkan Ana dan radit masih sering mengucapkan kata maaf padaku. Meskipun aku sudah sangat sering mengucapkan kalimat gak papa.
“ Aku malah seneng melihat kalian bisa berjalan bersama”, kataku pada Ana meskipun sebenarnya perasaanku sakit.
Sesuatu yang baru pertama kali aku rasakan, rasa senang dan sedih mencintainya walaupun tak berbalas. Hanyalah lembaran buku diary yang menemaniku. Di sanalah kutumpahkan emosi dan air mataku. Tidak mungkin aku bercerita pada Ana karena aku tahu itu akan melukai perasaanya. Aku masih terus berusaha untuk melupakan Radit meskipun itu sangat sulit untukku.
Di awal bulan oktober, aku merasakan perubahan terjadi di dalam diriku. Akhir-akhir ini aku kurang sehat. Aku sangat mudah lelah dan pingsan. Hal ini tak pernah sedikitpun aku ceritakan pada sahabat dan orang tuaku. Hingga di hari senin aku pingsan pada upacara hari itu. Setelah kejadian itu, kondisi tubuhku berangsur-angsur memburuk. Melihat kejadian itu orang tuaku membawaku ke dokter dan sungguh mengejutkan karena aku mengidap penyakit leukimia.
Aku selalu merahasiakan penyakitku ini pada Ana, karena aku yakin bahwa radit sudah cukup untuk membuatnya bahagia. Lagi-lagi hanya diary yang menemaniku saat ini.
                                                                                                5 oktober 2012
Dear diary,
            Entah pesona apa yang ia semaikan ke dalam hatiku. Hingga ribuan duri yang tertancap di hatiku, tak hentikanku untuk terus dan terus mencintainya. Meskipun aku tahu Radit adalah milik sahabatku. Entah bagaimana aku harus menghadapi hidup ini. Aku tahu Tuhan sangat adil pada umat-Nya. Aku tahu juga bahwa penyakitku ini adalah jalan yang terbaik bagiku..

                                                                                                                        Keep spirit
                                                                                                                         Elia
            Semenjak kejadian itu, Ana sering bertanya padaku mengapa wajahku pucat. Namun, aku hanya menjawab kalau aku belum makan.  Penyakit yang mematikan ini sering kututupi dengan senyumaan ceria di wajahku. Hingga pada saat kenaikan kelas aku meninggalkan Ana, Radit dan orang tuaku yang sangat aku sayangi. Aku juga meninggalkan Radit, cinta pertamaku yang hanya bisaku kagumi dalam hati dan tak pernah bisa untukku miliki. Melihat kejadian itu aku yakin Ana akan marah karena aku berbohong padanya dan aku tahu ia merasa kehilangan. Kini semoga aku berada di alam-Mu yang damai dan indah.
  

Dia dan nya


Untukmu  maaf karena mungkin tanpa sengaja aku telah melukaimu. Maaflah yang hanya bisa ku sampaikan padamu. Aku juga tak pernah mengerti mengapa setelah beberapa tahun terlampaui aku masih mencintainya. Sangat mencintainya, apakah aku salah atau tidak. Aku tak mengerti namun rasa ini yang selalu memeliharaku dari laranya cinta. Cintaku padanya yang sangat tulus. Untukmu kusampaikan terima kasih atas perhatian yang kau beri selama ini. Tapi maaf hatiku dan cintaku telah menyatu dalam suatu rasa untuk mencintainya dan selalu menunggunya. Rasa yang tulus ini sungguh membuatku selalu bangkit dan selalu bangkit. Akan rasa yang telah kau beri padaku kusampaikan terima kasih, kau layak menjadi teman terbaikku dan sahabat terbaikku. Namun maaf tak bisa untuk menjadi hatiku. Semoga suatu saat nanti wanita terbaik akan selalu mencintaimu dengan tulus.