Hujan
hari ini meluluh lantahkan segenap semangat, segenap senyum dan segenap harapan
untuk menimba kemauanku dan anganku. Sudah kusiapkan peralatan ini dengan penuh
antusias. Sudah kulatih diri ini dengan penuh seksama. Kaca yang terpasang
seolah menjadikanku sebagai gambar yang dapat kulihat dengan seutuhnya. Alat
peneman hidupku sudah kuhidupkan mesinnya, dengan pelindung kepala sebagai
teman setiaku senantiasa mendampingiku diatas kepala ini. Rupanya, dunia tidak
mengijinkanku untuk membagi cerita mengenai volum bola pada hari ini. senyum
dan semangat terhenti, mengalir bersama
derasnya hujan yang turun pada desember ini.
Termenung....hanya
termenung di atas kursi ini, memikirkan apa yang dilakukan bocah-bocah
mahasiswa pada hari ini.
Tanpa
sengaja kutorehkan kepala ini, rupanya embun hujan membasahi kaca jendelaku,
tersirat sesosok pangeran yang selalu membuat ingatan ini tak pernah pudar,
kerinduan ini kembali menyapa. Iya...aku rindu akan sosoknya yang selalu
membuatku terlihat seperti anak kecil. Sangat lama, kedua mata ini tak mampu
melihat sosoknya yang begitu garang. Entah
apa yang dilakukannya saat ini, entah sudah lama sekali tak terdengar kabar
gamblang darinya. Rasanya ingin melambaikan tangan saja untuk menahan kerinduan
ini. sudah.... aku tidak kuat lagi menahan rasa rindu yang sudah lama
membelenggu ini. entah akan kuat atau tidak menanti hari yang cukup panjang dan
melelahkan itu.