Kesunyian kembali menyapa pada bangku-bangku yang masih kosong. Ramainya canda dan gemuruh tawa mahasiswa pagi ini belum terdengar. Lagi dan lagi harus menunggu serta mendengar nyaringnya suara sapu yang hendak membawa sisa-sisa sampah itu pergi. kosong, antrian mahasiswa di kursi panjang juga belum terlihat. Masih dan masih menghela nafas, menunggu wajah untuk berbagi dalam kesunyian pagi ini. Terus berdetak, kaulah sang waktu yang terus kupandangi di atas sana. Hingga kapan, wajah yag diharap datang menyapa seraya tersenyum. Bosan kata orang !!!!, ah tidak, tidak boleh, sepertinya engkau adalah sang baik dari yang pernah kulihat di antara mereka. Teruslah menyapa dan tak jemu melayaniku. Semua sunyi, senyap, sepi dan dingin ini hanya untuk menunggu engkau.