CORETAN CORETAN WARNA

Masih, Masih, dan Masih Kamu

Senin, 23 Desember 2013

SAJAK



Burat sinar kerinduan ini tiada tergantikan
Merasuk ke dalam hati, menjelma menjadi nyata
Sajak ini tiada terhenti, Tertulis dalam sebuah kata
Memaksa diri tuk merangkai bait
Penantian waktu merambat pelan
Seakan tak tahu bahwa
Ia telah dinanti datangnya
Tak tahu harus apa lagi
Untuk menghapus kata ini
Tak tahu harus berapa banyak sajak lagi
Yang harus ku tulis untukmu
Sisa-sisa waktu ini
Hanya membuat diri kian sendu
Terpaku dan diam
Merasakan apa yang harus dirasakan, Memejamkan mata
Meneteskan air mata dengan ungkapan sejuta rasa
Menahan diri dari beban yang kian memberat.

Kamis, 12 Desember 2013

12-12-13



Hujan hari ini meluluh lantahkan segenap semangat, segenap senyum dan segenap harapan untuk menimba kemauanku dan anganku. Sudah kusiapkan peralatan ini dengan penuh antusias. Sudah kulatih diri ini dengan penuh seksama. Kaca yang terpasang seolah menjadikanku sebagai gambar yang dapat kulihat dengan seutuhnya. Alat peneman hidupku sudah kuhidupkan mesinnya, dengan pelindung kepala sebagai teman setiaku senantiasa mendampingiku diatas kepala ini. Rupanya, dunia tidak mengijinkanku untuk membagi cerita mengenai volum bola pada hari ini. senyum dan semangat  terhenti, mengalir bersama derasnya hujan yang turun pada desember ini.
Termenung....hanya termenung di atas kursi ini, memikirkan apa yang dilakukan bocah-bocah mahasiswa pada hari ini.
Tanpa sengaja kutorehkan kepala ini, rupanya embun hujan membasahi kaca jendelaku, tersirat sesosok pangeran yang selalu membuat ingatan ini tak pernah pudar, kerinduan ini kembali menyapa. Iya...aku rindu akan sosoknya yang selalu membuatku terlihat seperti anak kecil. Sangat lama, kedua mata ini tak mampu melihat sosoknya yang begitu garang.  Entah apa yang dilakukannya saat ini, entah sudah lama sekali tak terdengar kabar gamblang darinya. Rasanya ingin melambaikan tangan saja untuk menahan kerinduan ini. sudah.... aku tidak kuat lagi menahan rasa rindu yang sudah lama membelenggu ini. entah akan kuat atau tidak menanti hari yang cukup panjang dan melelahkan itu.  

Sabtu, 14 September 2013

Ku tulis kembali sajak-sajak yang sempat ku tinggalkan terdahulu. Entah, tidak tahu kata apa yang yang akan kembali ku ulas dalam ceritaku ini. Tapi yang ku tahu, sesak da penat di dalam sini. Harus bagaimana lagi, kaki ini melangkah. Harus bagaimana lagi, teriakan ku keluarkan. Tidak cukupkah ketika hujan dikala itu ? Tidak cukupkah di hamparan ilalang siang itu ? dan tidak cukupkan didepan gunung yang menggema itu ?. Rasanya tidak ingin melihat dibelakang sana, tapi perjalanan ini terlalu berat jika yang ada di belakang sana dan yang masih menunggumu disana tidak tertengok. Rasanya hanya kata lelah yang pantas ku teriakkan untuk saat ini. Aku LELAH, LELAH & LELAH. Ingin rasanya beristirahat sejenak dari pikiran-pikiran yang membelenggu. Tapi, tunggu...... ada sesuatu di dalam memori ini. Bagaimana menghapuskannya ? terlalu kuat mengakar disini, hingga untuk mencabutnya, aku LELAH. Tak tahu, harus bagaimana. Bagaimanapun aku hanya wanita, sekuat-kuatnya pohon pun juga akan tumbang, jika angin yang menimpanya terlalu kencang. Coba saja..... silahkan menjadi pohon yang hampir tumbang ini, rasakan dan pahami....... Jika selama ini engkau hanya berdiam diri. Entah........ harus bagaimana pun tak tahu. Satu yang ku tahu Dia...... Dia, Sang Maha Sempurnalah yang Selalu ada untukku.
Tak mempedulikan yang ada dibelakang sana ? aku bisa saja. tapi lihat siapa wanita yang ada di depanmu kini. Tegakah ? berpura-pura tidak tahu ? Tegakah ? Tidak itu bukan aku....

Sabtu, 31 Agustus 2013

Tanda Tanya

Haruskah keraguan ini melewati batas sirnanya
mimpi atau harus bangun
berhenti atau harus berjalan
berjalan tapi seolah jalan terbelah menjadi dua
atau harus berdiam diri
dan berpura-pura tidak tahu
berpura-pura kuat dan menguatkan diri
Tuhan & Waktu akan menjawab
tapi tubuh inilah yang tak mampu
tak mampu atau memang lemah ?
pejamkan mata saja, berjalan.....berjalan
sampai tubuh ini lelah
sampai hati & perasaan berkata
aku tak mampu lagi

Senin, 26 Agustus 2013

SAJAK KU



Sajak Ku Untukmu
Alunan kisah ini tiada terhenti
Merangkai melodi-melodi suara hati
Menyatukannya dalam sebuah syair lagu kehidupan
Ketika terhempas dan tersakiti
Dan ketika hati didapati perih membekas
Lebam dan luka masih kudapati disini
Sakit dan perih masih terus kurasa
Meski hati memilih untuk terus melangkah bersamamu
Biarlah waktu yang meredam sebagian rasa sakit
Menyimpan rapat yang sudah menjadi debu
Dan Membagi kasih yang masih tersisa





Kamis, 20 Juni 2013

Saya....Saya


Sayangnya hanya ada segelintir orang yang memahami kegejeanku ini. hahahahah. Lucu kali ya masalah ini seperti analisis kompleks yang diutek-utek ujung-ujungnya tetep ngekompleks juga. Hahahaha. Masalah ini tu udah mematuhi aturan sumbu asimtot..... boleh mendekati tapi gak boleh menyentuh, tapi masalahnya, masalah ini belum memenuhi aturan partisi, karena dihatinya ada ruang yang lain.....upssssss!!!!!!. Eh.... tunggu dulu  kalo udah menyentuh hati berarti bukan sumbu asimtot lagi dong. Sudah.....sudah mending masalahnya di integral aja terus diturunin lagi deh. Hahahaha pasti hasilnya sama aja. Sudah kompleks mau diapain juga tetep ngekompleks. Euh...... banget.... ! itu bahasa gaulnya men..... eh......cie.....cie pake bahasa gaul !. Tapi tenang saja bung ! masih ada yang Maha Awas, Maha tinggi. Serahkan saja, pasrahkan saja semua masalah kita. Dijamin 1000% damai dan sentosa. Cukup ucapkan Bismillahirrahmanirrahim kita bisa !.

Kamis, 06 Juni 2013

Kita


Lembayung hitammu masih tertinggal
Menyisakan sejuta perih
Meninggalkan bekas  yang terajut begitu rapi
Menutupi senyum
Yang pernah terkembang karenamu dulu
Terhenti sudah langkah kaki ini
Hanya gelap yang mengikuti arah kisah kita
Bukan lagi kisah kita
Yang tersisa hanya kisahmu dan kisahku
Yang tersisa hanya lukaku dan bahagiamu