CORETAN CORETAN WARNA

Masih, Masih, dan Masih Kamu

Sabtu, 14 September 2013

Ku tulis kembali sajak-sajak yang sempat ku tinggalkan terdahulu. Entah, tidak tahu kata apa yang yang akan kembali ku ulas dalam ceritaku ini. Tapi yang ku tahu, sesak da penat di dalam sini. Harus bagaimana lagi, kaki ini melangkah. Harus bagaimana lagi, teriakan ku keluarkan. Tidak cukupkah ketika hujan dikala itu ? Tidak cukupkah di hamparan ilalang siang itu ? dan tidak cukupkan didepan gunung yang menggema itu ?. Rasanya tidak ingin melihat dibelakang sana, tapi perjalanan ini terlalu berat jika yang ada di belakang sana dan yang masih menunggumu disana tidak tertengok. Rasanya hanya kata lelah yang pantas ku teriakkan untuk saat ini. Aku LELAH, LELAH & LELAH. Ingin rasanya beristirahat sejenak dari pikiran-pikiran yang membelenggu. Tapi, tunggu...... ada sesuatu di dalam memori ini. Bagaimana menghapuskannya ? terlalu kuat mengakar disini, hingga untuk mencabutnya, aku LELAH. Tak tahu, harus bagaimana. Bagaimanapun aku hanya wanita, sekuat-kuatnya pohon pun juga akan tumbang, jika angin yang menimpanya terlalu kencang. Coba saja..... silahkan menjadi pohon yang hampir tumbang ini, rasakan dan pahami....... Jika selama ini engkau hanya berdiam diri. Entah........ harus bagaimana pun tak tahu. Satu yang ku tahu Dia...... Dia, Sang Maha Sempurnalah yang Selalu ada untukku.
Tak mempedulikan yang ada dibelakang sana ? aku bisa saja. tapi lihat siapa wanita yang ada di depanmu kini. Tegakah ? berpura-pura tidak tahu ? Tegakah ? Tidak itu bukan aku....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar