CORETAN CORETAN WARNA

Masih, Masih, dan Masih Kamu

Rabu, 07 Desember 2016

SENYAP

Senyap . . . .
Hanya suara makhluk tak hidup yang terdengar
Coretan-coretan pensil
Mulai menodai sang putih

Wajah tanpa senyumpun hadir
Lihat. . . .
Siapa yang membuat wajah tanpa senyum itu hadir
Rupanya sang buram
Yang menuntut untuk difikirkan

Dari pengawasan dua mata ini
Bersama dinginnya AC yang tak mau kalah dengan semangat wajah-wajah tanpa senyuman
Ku hantarkan doa nak . . . .
Semoga sang kuasa senantiasa menuntunmu
Menuntun dalam penerangan
Menjauhkanmu dari kegelapan

Jumat, 04 November 2016

Berawal dari sebuah ketidaktahuan akan perjalanan panjang sebuah sejarah, dari sebuah kebutaan akan mereka. Semakin dalam menyusuri jejak-jejak yang telah ditorehkan para pejuang ilmu pengetahuan. Disanalah jejak hidupnya tertinggal untuk kami. 

Senin, 17 Oktober 2016

Ini sih sudah cerita yang lalu,
Ceritanya sudah berbeda kini. Entah setelah musim isi hati kian kosong, mana lagi batuan yang akan kupijak, tidak tahu. Benar-benar tidak tahu rasanya. Dua bulan yang lalu, pertama kalinya kaki ini menyusuri sebuah bangunan yang megah tapi kosong. Dengan rasa takut, namun tekat di dalam diri menguatkan. 
Pertama kalinya, kalian membuat rasa ini sakit, tanpa daya, dan ingin pergi pulang saja. Tapi kini sudah berbeda, seburuk apapun kalian, sebagai pendidik bangsa hati dan nurani saya telah bersatu bersama kalian. Saya hanya bisa mengantarkan kalian sampai disini anak-anakku. Jalan seluas lautan masih membentang di depan sana. Selamat berjuang, ustadzah  selalu menyimpan kenangan kita bersama.
Katanya hidup adalah sebuah pengembaraan. Entah akan terhenti atau meneruskan perjalanan atau singgah sementara di lapak ini. Namanya juga seorang pengembara, terkadang lelah. Hanya lelah ataukan kebahagiaan. Hanya ada dua hal itu atau terkadang merasa hambar. Lapak baru, lagi-lagi harus merasakan awal perjalanan sebelum melanjutkan atau hanya singgah di sini. Mana kerikil yang harus dibuang atau mana ilalang yang harus digenggam. Mana rumput yang harus dicabut dan mana bunga yang harus ditanam. Entahlah, sepertinya mata batin ini masih tertutup. Sabar, sabar semoga sang Pemilik kehidupan ini membukakan pintu yang sudah terkunci.  
Katanya setiap insan tidak ada yang sempurna, tapi mengapa penuntutan ini ada. Katanya setiap insan tempat salah, tapi nyatanya kesempurnaan diharapkan dari sebuah assesment. Dulu atau sekarang semuanya sama, lagi lagi hanya hati yang mampu mengontrol, hanya hati yang mampu memerintahkan logika untuk bertahan. Sebab logika tak lagi terjaga dikala hati sudah tergores.

Senin, 13 Juni 2016

aishhh lelahnya, lelah sekali..........
berdiam diri tak beraktivitas satupun, tak ada kebanggaan satupun
lagi-lagi harus menunggu sesuatu yang tak ada kepastiannya, ah lelahnya menunggu dan terus menunggu
sampe kapan harus selalu menunggu ya Allah
bukankah yang engkau beri selalu yang terbaik untuk kami
ku serahkan, serahkan dan pasrahkan segalanya pada-Mu, wahai Sang Pemilih Kehidupan
akan apa jadinya nanti, akan apa hasilnya penantian ini
satu hal, aku tak ingin menyakiti pihak yang membuatku menunggu
sudah terserah
dan untuk kamu, bahagia bukan hidupmu
aku sudah tak pernah mengganggumu lagi, 

Minggu, 05 Juni 2016

Engga tau, cuma satu kata itu aja yang terlintas. Engga tau juga, akhir-akhir ini bayang kamu sering muncul, kenceng banget kaya mobil balap. Disetiap saat, disetiap ada kesempatan selalu muncul. Engga tau pokoknya, engga tau. Kita sudah sangat jauh, jauh sekali. Sudah tak ada lagi yang terlihat, bahkan sudah tak nampak lagi jarak yang ada. Bagaimana kabar bahagiamu? Sudah lama tak  terdengar, tenang kerinduanku ini tidak akan mengganggu kebahagiaan yang sudah kau rancang. Kerinduanku ini juga tidak akan mengganggu kisahmu. Cukup sekian, ku sapa kau dibalik rindu yang aku sendiri tak tahu kapan ia tenggelam.

Senin, 02 Mei 2016

Sudah mulai terasa pahitnya perjuangan hidup, lucu bukan baru sekarang dapat berkata, hidup memang kejam :-D lagi lagi soal ketidak adilan. Bukankah tuhanku maha adil, lalu lihat makhluk makhlukmu ini yang banyak sebanyaknya bersalah di hadapan-Mu. Perjuangan keras bukan brarti tak dilakukan. Sudah berapa kali tetap dengab hal yg sama. Mungkin rencana-Nya akan lebih baik. Mungkin rizqi-Nya akan sampai di waktu yang tepat. Hanya bersabar, bersabar dengan segenap ujian yang kau hadirkan di tengah keputusasaan ini ya allah.