Katanya hidup adalah sebuah pengembaraan. Entah akan terhenti atau meneruskan perjalanan atau singgah sementara di lapak ini. Namanya juga seorang pengembara, terkadang lelah. Hanya lelah ataukan kebahagiaan. Hanya ada dua hal itu atau terkadang merasa hambar. Lapak baru, lagi-lagi harus merasakan awal perjalanan sebelum melanjutkan atau hanya singgah di sini. Mana kerikil yang harus dibuang atau mana ilalang yang harus digenggam. Mana rumput yang harus dicabut dan mana bunga yang harus ditanam. Entahlah, sepertinya mata batin ini masih tertutup. Sabar, sabar semoga sang Pemilik kehidupan ini membukakan pintu yang sudah terkunci.
Katanya setiap insan tidak ada yang sempurna, tapi mengapa penuntutan ini ada. Katanya setiap insan tempat salah, tapi nyatanya kesempurnaan diharapkan dari sebuah assesment. Dulu atau sekarang semuanya sama, lagi lagi hanya hati yang mampu mengontrol, hanya hati yang mampu memerintahkan logika untuk bertahan. Sebab logika tak lagi terjaga dikala hati sudah tergores.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar