Ini sih sudah cerita yang lalu,
Ceritanya sudah berbeda kini. Entah setelah musim isi hati kian kosong, mana lagi batuan yang akan kupijak, tidak tahu. Benar-benar tidak tahu rasanya. Dua bulan yang lalu, pertama kalinya kaki ini menyusuri sebuah bangunan yang megah tapi kosong. Dengan rasa takut, namun tekat di dalam diri menguatkan.
Pertama kalinya, kalian membuat rasa ini sakit, tanpa daya, dan ingin pergi pulang saja. Tapi kini sudah berbeda, seburuk apapun kalian, sebagai pendidik bangsa hati dan nurani saya telah bersatu bersama kalian. Saya hanya bisa mengantarkan kalian sampai disini anak-anakku. Jalan seluas lautan masih membentang di depan sana. Selamat berjuang, ustadzah selalu menyimpan kenangan kita bersama.