Sejak
hari itu dan sejak saat itu ilusi tentangmu tak pernah habis berputar dalam
rekaman otak ini. Semakin kencang memori itu berputar hanya kesakitan yang bisa
ku rasakan. Rasa kekecewaan padamu yang begitu mendalam dan rasa sakit yang
seakan tiada habisnya karena memiliki rasa ini padamu. “Untuk apa kau tangisi
cerita itu ? jika ia tak pernah menangisimu”, itulah sajak yang sering ku
dengar dalam hari-hariku. Rasa ini begitu kuat hingga mengalahkan segalanya,
realita tentang ia yang disampingmu tak pernah hentikan perasaan ini. Sempat
aku berfikir mengalahkan segala rasa ini, tapi sungguh sepertinya aku masih
ingin memiliki rasa ini untukmu.
Rasaku
yang tak pernah pudar ini, mungkinkah kau mendengarnya disana ? mungkinkah kau
merasakannya di sana ? . Aku tahu jawabmu tentang itu. Tidak.......hanya tidak
yang akan kau ucapkan. Sepertinya rasa ini sudah melekat erat di dalam benak
yang lara ini. Hingga teruntuknya tak dapat ku berikan hati dan perasaanku.”
Membuka hati” sekali lagi. Tak bisa ku lakukan yang ada hanya membuka hati
untukmu SYA. Tapi kini aku tau wanita tangguh telah berada di sampingmu.
Mungkin saatnya aku tuk mundur dan pergi jauh-jauh dari kehidupanmu. Dan
untuknya sekali lagi maaf yang hanya ku sampaikan padanya karena hatiku dan perasaanku
hanya untukku saat ini. Untuk wanita tangguhmu maaf aku telah memberikan rasa ini
pada pria sejatimu dan melibatkanmu dalam perasaanku.
Teruntuk
hidupku berjalanlah seperti burung yang tak mengenal beban tentang mu, wanita
tangguhmu dan nya. Terbanglah setinggi tingginya dengan mengepakkan sayap
seraya berkata “Aku Wanita yang Lebih Tangguh dan Aku Mampu Meraih mimpiku
setinggi-tingginya”

Tidak ada komentar:
Posting Komentar