CORETAN CORETAN WARNA

Masih, Masih, dan Masih Kamu

Minggu, 12 Agustus 2012

Sajak Tentangmu


Melalui dirimulah sajak ini dapat ku tulis dalam lembaran bait-bait tentangmu. Kau memberi rasa keindahan dan kau memberi rasa duka di dalam hidup ini. Beribu senyum ku beri untuk setiap kenangan yang kau tinggalkan. Namun beribu air mata pula ku teteskan untuk sebuah kesedihan yang banyak kau tinggalkan untukku. Memoriku tentangmu tak pernah pudar. Setiap ku buka diaryku slalu ku isi dengan lukisan kenangan kita yang sempat tertinggal di dalam otak ini. Penaku seakan tak sanggup berhenti untuk menuliskan semua kisah tentang kita. Mengapa kisah ini selalu menjadi ilusi dalam hidup ini. Kala itu sekian banyak tangisanku terbayar dengan senyuman pada 18 Juli. Ku kira aku sedang bermimpi, tak heran aku sering sekali bermimpi sedemikian rupa, yang akhirnya ketika aku terbangun semua adalah fana. Berbeda dengan malam itu ingin sekali malam itu tak pernah hilang dan berlangsung lama.
Ku tunggu kau di kotaku. Ku tunggu pertemuan kita. Sekali lagi entah apakah ini benar atau tidak atau ucapan itu hanya isapan jempol belaka. Aku selalu siap jika itu hanyalah janji manisnya, karena aku mengerti aku bukanlah siapa-siapa untuknya. Aku hanya buku usang dan lembaran masa lau baginya. Harapan bahagia ini akankah benar-benar terukir dalam sebuah relief-relief dinding hati dan ingatan serta menjadi nyata atau hanya menjadi sebuah memori tanpa terwujud di dalam drama kehidupanku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar